Desain :)

Desain :)

Jumat, 03 Januari 2014

Tugas Softskill Etika Bisnis

Norma dan Etika Dalam Pasar Bebas (Global)


Bidang EkonomiGlobalisasi ekonomi merupakan suatu keadaan ekonomi global di mana kegiatan perekonomian bersifat terbuka tanpa adanya batas. Kegiatan bisnis yang makin merebak baik di dalam maupun di luar negeri, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan praktek bisnis yang baik, yang etis, yang juga menjadi tuntutan kehidupan bisnis di banyak negara di dunia. Transparansi yang dituntut oleh ekonomi global menuntut pula praktik bisnis yang etis. Dalam ekonomi pasar global, kita hanya bisa survive kalau mampu bersaing. Untuk bersaing harus ada daya saing, yang dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi. Untuk itu pula, diperlukan etika dalam berusaha, karena praktik
berusaha yang tidak etis, dapat mengakibatkan rente ekonomi, mengurangi produktivitas dan mengekang efisiensi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat, juga berpengaruh pada masalah etika bisnis. Benteng moral dan etika harus ditegakkan guna mengendalikan kemajuan dan penerapan teknologi.

 Contoh Kasus:
1. Terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.
2. Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia.



Sumber: http://bibin.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_10.pdf
               http://www.slideshare.net/DianAnisaPutri/modernisasi-dan-globalisasi-contoh-nyata-di-segala-bidang

Tugas Softskill Etika Bisnis

Norma dan Etika Pada Bidang Produksi dan Lingkungan

Pengertian Produksi adalah menghasilkan barang dan jasa baru sehingga dapat menambah jumlah, mengubah bentuk, atau memperbesar ukurannya. Misalnya beternak dan bercocok tanam. Produksi dapat  diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat. Misalnya pertukangan dan kerajinan.

Tujuan Produksi antara lain:
a.  Memperbanyak jumlah barang dan jasa.
b. Menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi
c. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan peradaban
d. Mengganti barang-barang yang rusak atau habis
e. Memenuhi pasar dalam negeri untuk perusahaan dan rumah tangga
f.  Memenuhi pasar internasional guna Meningkatkan kemakmuran.

Dalam etika bisnis yang perlu kita perhatikan adalah:
1. Nilai Nilai merupakan aturan main yang dibuat pengusaha dan menjadi patokan dalam berusaha

2. Hak dan Kewajiban Pengusaha yang mengerti etika akan meminta haknya sebagai pihak yang mendapat keuntungan dari hasil usaha, namun ia juga memahami kewajibannya. Misalnya menggaji karyawan, membayar pajak dan sebagainya.

Contoh Kasus :
Di sektor industri, banyak teknologi dan cara produksi baru yang berkembang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, seperti mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin agar hasil produksi meningkat dan pendapatan meningkat.
Di bidang lingkungan, pembuangan limbah B3 dari perusahaan industri harus disesuaikan sebagaimana aturan yang ada agar lingkungan sekitarnya bersih dari limbah pabrik tersebut.

Sumber : http://www.slideshare.net/UniSrikandi/etika-bisnis-dalam-lingkungan-produksi
       http://www.slideshare.net/DianAnisaPutri/modernisasi-dan-globalisasi-contoh-nyata-di-segala-bidang

Tugas Softskill Etika Bisnis

Norma dan Etika Pada Fungsi Keuangan


Etika dalam manajemen keuangan merupakan suatu bidang keuangan yang merupakan sebuah bidang yang luas dan dinamis. Bidang ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan setiap orang dan organisasi yang terkait .Ada banyak bidang yang dapat dipelajari, tetapi sejumlah besar peluang karir tersedian di bidang keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam sebuah organisai atau perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilan putusan dan manajemen sumber daya yang tepat menyatakan bahwa manajemen keuangan adalah  suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.   

Mengendalikan keuangan perusahaan berarti menyusun anggaran dan kemudian membandingkan reliasisasinya dengan anggaran tersebut. Jika terjadi penyimpangan, dicari sebabnya untuk dilakukan tindakan hukum selanjutnya. Penanggung jawab atas kegiatan atau fungsi manajemen keuangan, sangat tergantung dari struktur organisasi perusahaan.

Contoh Kasus :
1. Pada 4 Desember 2009 program CSR Danone Aqua yang banyak melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait adalah program konservasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS). Program ini terbukti memberikan dampak yang bisa dirasakan oleh seluruh pihak. Selain bermanfaat secara ekologi, juga mendatangkan manfaat ekonomis bagi pihak-pihak yang terlibat. segenap karyawan pabrik Aqua Mambal, Bali melakukan penanaman 1.500 pohon di Desa Mambal. Kecamatan Abian-M-iii.il.
Sumber : http://nurbaityyuliani.blogspot.com/2012/11/makalah-etika-manajemen-keuangan.html
              http://melishaputri.wordpress.com/2011/09/

Tugas Softskill Etika Bisnis

Norma dan Etika Pada Fungsi Sumber Daya Manusia


Etika yaitu merupakan cara berpikir mengenai perilaku manusia di bawah pangkal tolak pandangan baik dan buruk atau benar dan salah dari norma-norma dan nilai-nilai, pertanggung jawaban dan pilihan.  Dalam dunia bisnis etika memiliki peranan yang sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan organisasi. Bisnis juga akan menjadi lebih sukses jika mempunyai perhatian pada etika, karena hal ini akan meningkatkan reputasi organisasi dan meningkatkan motivasi karyawan serta dapat mengurangi berbagai kerugian akibat perilaku yang kurang etis yang dilakukan oleh karyawan. Perilaku yang tidak etis seperti minum-minuman keras, penggunaan obat-obatan terlarang di tempat kerja, penyalah-gunaan email, tidak melaporkan pelanggaran karyawan lain kepada manajemen, serta berbagai pelanggaraan etika lainnya. 

Hal ini dapat menjadi sesuatu yang serius mengingat perilaku yang tidak etis dapat menjurus kearah tindakan kriminal serta perilaku lain yang merugikan perusahaan, baik finansial maupun non-finansial. Banyak sebab yang menjadikan perilaku yang tidak etis yang ditunjukkan karyawan tersebut muncul. Hal ini terkait pada individu karyawan saja, tetapi juga menyangkut keseluruhan proses dalam organisasi. Dalam hal ini manajemen sumber daya manusia mempunyai peran penting untuk menjamin bahwa organisasi bertindak secara fair dan etis karyawan , klien, serta stakeholder lainnya. Manajemen sumber daya manusia memainkan peran penting dalam  membantu organisasi untuk meningkatkan nilai-nilai etika organisasi. Manajemen merupakan pendorong organisasi dalam usaha melatih karyawan agar mempunyai etika bisnis yang sesuai dengan organisasi, sehingga tindakan kurang etis dapat di cegah. Fungsi manajemen sumber daya manusia adalah melindungi organisasi dari tindakan yang tidak etis dari karyawan. Manajemen sumber daya manusia juga bertanggung jawab dalam usaha-usaha organisasi untuk menangani etika perilaku, dapat mampu menjadi penggerak dalam  organisasi dalam menanggani isu-isu etika, serta bertanggung jawab dalam pengembangan dan pelatihan mengenai pentingnya peningkatan moral karyawan.

Contoh Kasus:
Diperlukan adanya sosialisasi dari perusahaan kepada karyawan agar mencegah terjadinya penggelapan diperusahaan tersebut. Tujuan utama dalam konsep etika ini bukan hanya untuk kedisiplinan karyawan, tetapi lebih pada usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian karyawan terhadap perkembangan nilai-nilai etika yang ada. 

Sumber : http://economoy.blogspot.com/2012/06/etika-dalam-manajemen-sumber-daya.html