Desain :)

Desain :)

Senin, 28 Oktober 2013

....

Mengertilah sahabat ... We're Friend !!!

Kamu tahu bagaimana aku peduli denganmu.
Kamu tahu bagaimana aku ingin membantumu disaat kau susah 
Dan membantumu kembali tertawa dengan hatimu yang begitu gembira. :D

Suka duka kulalui sama-sama kita lewati. Tapi apakah kau menyadari bahwa akupun ingin dimengerti olehmu, sikap maupun sifatmu yang membuatku terkadang tersinggung dan aku harus menelan pahit semua itu demi persahabatan yang harus kita pertahankan. Perlu adanya introspeksi dari kita berdua. Jikalau aku ingin egois aku ingin lebih  egois darimu. Tapi aku ingat akan semua kebaikan yang pernah kau berikan padaku. Tulus untuk mengerti saling memahami susah senang bersama. Apa yang aku bicarakan padamu ini bahwa sebenarnya aku sangat peduli denganmu. Aku ingin kau merubah sifat burukmu. Berubahlah sebelum aku menyerah untuk memperingatkanmu kembali..............





Jumat, 25 Oktober 2013

Tugas Softskill Artikel Etika Bisnis

TANPA ETIKA DALAM KEPEMIMPINAN BISNIS, PENYALAHGUNAAN AKAN BERKUASA 

Kekuasaan mutlak ditangan orang-orang  yang kuat integritas pribadinya, akan menjadikan kekuatan mutlaknya itu diawasi secara otomatis oleh kekuatan etika. Sedangkan kekuasaan mutlak ditangan orang-orang  yang rendah integritasnya, akan merusak kualitas kekuasaan yang dimiliki, dan berpotensi melemahkan kekuatan etika yang ada di dalam perusahaan.

Cara mencegah penyalahgunaan kekuasaan kepemimpinan di dalam bisnis adalah dengan menjalankan etika bisnis, sepenuh hati dari tanggung jawab dan integritas pribadi.

Pengabaian terhadap etika akan meningkatkan risiko. Etika adalah rem yang menjaga batas dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi. Batas dan tanggung jawab ini selain bersumber dari kebijakan perusahaan, juga bersumber dari kekuatan moral pribadi dan moral organisasi.

Kekuasaan setiap pemimpin bisnis wajib menjadi terbatas. Bila kekuasaan menjadi tak terbatas, maka akan terjadi peningkatan risiko di semua aspek organisasi, dan juga akan sering terjadi keputusan-keputusan yang tanpa disadari telah melanggar etika.

Dalam realitas kepemimpinan di tempat kerja, sering sekali para pemimpin jujur dan pintar untuk menanggapi kekuatan dan kelemahan orang lain. Tetapi, saat harus menilai dirinya sendiri, ia akan menjadi tidak jujur. Sebab, kekuasaan dan kekuatan yang ia miliki telah meningkatkan ketidaksadaran ego atas pentingnya etika dan integritas, sehingga ego marah kalau kepentingannya dikoreksi.

Bila kepemimpinan yang sangat berkuasa mengabaikan etika, maka tidak seorangpun yang akan berani untuk memberikan pendapat tentang hal ini. Biasanya, semua orang akan pura-pura tidak tahu ketika melihat penyimpangan etika. Alasan orang pura-pura tidak tahu, karena ketakutan mereka untuk menyinggung perasaan dan kehormatan dari kekuasaan tertinggi mereka.

Penyimpangan etika yang bersumber dari puncak organisasi sangatlah berisiko tinggi. Salah satu contohnya adalah perusahaan energi terbesar di dunia, Enron. Penyimpangan etika yang bersumber dari puncak organisasi  telah membuat Enron bangkrut.   

Kekuasaan dan kekuatan kepemimpinan wajib tunduk pada kekuasaan etika dan integritas. Sebab, hal ini akan menjadikan  kepemimpinan lebih rendah hati untuk bertanggung jawab atas setiap keputusan di dalam perusahaan.

Kejujuran kepemimpinan atas operasional dan tindakan akan menurunkan risiko yang merugikan perusahaan. Kejujuran akan meningkatkan kualitas moral dari setiap orang, dan juga membudayakan perilaku etis yang kuat di semua aspek organisasi.

Perilaku etis akan menjadi energi peningkatan karir. Bila kepemimpinan cerdas menciptakan budaya dan lingkungan kerja yang taat etika dan memiliki loyalitas kepada kemajuan pencapaian tertinggi organisasi, maka setiap orang berpotensi tumbuh dan besar bersama perusahaan.

Kepemimpinan yang etis biasanya ikhlas untuk mendengarkan suara dari bawahan, serta tidak mengabaikan setiap kritikan dari manapun.

Kepemimpinan yang etis sadar akan aksesnya ke sumber daya perusahaan, sehingga ia akan menciptakan sistem yang kuat agar aksesnya ini berada di dalam transparansi dan akuntabilitas maksimal.

Kepemimpinan yang etis selalu memperkuat sistem dan tata kelola agar check and balances di setiap operasional perusahaan mampu mencapai tingkat yang lebih maksimal.

Kepemimpinan yang etis selalu bekerja tanpa henti untuk menghasilkan perbaikan berkelanjutan.

Kepemimpinan yang etis tidak akan sampai hati mengambil imbalan finansial yang lebih besar, saat keuangan perusahaan sedang dalam kekuarangan.

Kepemimpinan yang etis selalu menjalani pola hidup dengan kerendahan hati, mendengarkan, membuat keputusan dengan hati-hati, lebih tegas dan pasti, serta membuat budaya kerja yang terpercaya di dalam kolaborasi yang etis.

Sumber: http://djajendra-motivator.com/?p=7750

 

Tugas Softskill Artikel Etika Bisnis

KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN


Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar.

Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.

Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.

Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di  Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.

Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker. Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie.

Sumber : http://tedyjindol.wordpress.com/2012/11/07/artikel-etika-bisnis-dalam-berbisnis/

Senin, 07 Oktober 2013

Hai .....
Udah lama banget enggak posting. So, mau bikin cerita nih tentang persahabatan. Hitung yukkkkkk
3
2
1
..................................................................................

Awal mula persahabatan ini  disemester 3. Dimana terbentuknya secara tidak sengaja. Maklum teman2nya udah beda gak sama kaya disemester 1 atau 2. Nih kenalin nama saya Dita Triastuti Muradi saya orangnya moody, bawel dan hampir perfectionis dalam hal kebersihan. Ketiga teman saya, saya mau perkenalkan dimulai dari IRA ARFIANI orangnya juga moodyan, gampang bete bahkan lebih parah sampai enggak peka sama situasi. yang kedua namanya ANNISA FADILAH, orangnya ceplas-ceplos dan paling plinplan sejagat raya keputusannya pasti berubah-rubah enggak tentu. dan yang ketiga namanya FAHMY ANDRIANDIKA BUDIMAN orangnya paling nyebelin sok tau dan merasa paling benar mungkin kalo cowok berdasarkan logika kali yahhh. hahaha :D

Karakter yang kaya gitu tuh kadang bikin kangen apalagi saat ketawa-ketawa bareng-bareng aduh rasanya udah kaya sodara deket banget. hehe tiap orang itu punya karakter yg menyamankan tentunya. mereka semua udah kaya selimut penghangat diwaktu dingin. payung diwaktu hujan. intinya yang namanya FRIENDSHIP ya harus terima karakter tiap individunya. apapun keadaannya susah senang harus bisa saling mengingatkan dan membantu. :)